close

Info Berita

Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

Sudin Dukcapil JU Gelar Perekaman E KTP Di SMAN 52 Jakut

20190207_083016

SKC-Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Utara, menggelar layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di SMA Negeri 52, Jl Raya Tugu Semper Barat,Cilincing. Perekaman identitas dilakukan kepada pelajar dengan rentang usia 16 hingga 17 tahun.

Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Utara, Erik P Sinurat mengatakan, layanan yang digelar mulai dari perekaman Kartu Keluarga (KK), sidik jari, retina mata, dan pengambilan foto.

“Hari ini kami gelar di SMA Negeri 52, mulai pagi tadi hingga bubar sekolah. Tercatat sudah 25 siswa terekam,” ujar Erik.

Selain melakukan perekaman, lanjut Prasthana idya Kasie Penduduk Kel Semper Barat , pihaknya juga menyerahkan secara simbolis fisik E-KTP kepada dua siswa. Keduanya diberikan fisik dokumen lantaran kedapatan sudah berusia lebih dari 17 tahun.

“Ketika kami cross check di sistem, ternyata sudah berstatus Print Ready Record (PRL). Jadi langsung diserahkan hari ini juga,” jelasnya.

Kepala SMAN 52 Jakarta, Ridowan Siregar mengapresiasi layanan jemput bola yang diselenggarakan Sudin Dukcapil Jakarta Utara ini. Sebab, dengan begitu siswanya tidak perlu repot mengurus perekaman di kantor kelurahan maupun kecamatan

“Ini memberikan kemudahan bagi pelajar, sehingga mengurangi kemungkinan anak kita meninggalkan jam belajar,” tandasnya.

 

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

Jelang UNBK & USBN, Ratusan Siswa SMAN 73 Gelar Doa Bersama

IMG-20190204-WA0088

SKC- Jelang Ujian Nasional  UNBK maupun SBMPTN 2019 berbagai upaya dan usaha di lakukan pihak sekolah dan siswa untuk mendapatkan hasil yang baik serta memudahkan perjuangan menghadapi ujian

Seperti yang dilaksanakan oleh SMAN 73  Jakarta Utara menggelar kegiatan rohani yakni doa bersama yang di gelar di halaman sekolah.

Dalam sambutan Kepala SMAN 73 Jakarta Ridwan Taopik memaparkan akan kesiapan siswa kelas XII untuk menghadapi UNBK,USBN dan SBPTN 2019 bahwa siswa kelas XII sudah memiliki semangat dan modal untuk bisa meraih hasil yang terbaik.

Baik UNBK,USBN maupun SBMPTN bukan inti dari ujian akhir, tetapi merupakan awal dari ujian kehidupan manusia yang harus dihadapi. Ujian UNBK ini pada dasarnya sederhana, ujian yang sebenarnya adalah di dalam kehidupan ini untuk menyelesaikan setiap persoalan yang ada di hadapannya. Ujian adalah cobaan yang dihadapi oleh manusia, untuk memudahkannya, sarana yang dilalui adalah doa.

“Saya yakin anak anak mampu menghadapinya. Usaha belajar,Try Out dan lainnya menjadi modal.Dan terpenting setelah lulus nanti siswa akan banyak menghadapi tantangan hidup, itu bisa mereka hadapi sehingga membawa nama baik sekolahnya” ujar Ridwan Taopik.

Sementara itu Tatty Sri Hermanti S.pd Wakepsek Kesiswaan SMAN 73 Jakarta menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan mental siswa akan menghadapi ujian. Sebab usaha dan perjuangan harus disertai dengan doa supaya bisa berjalan lancar dan baik.

Doa bersama juga diisi tauziah oleh Ust. TB Humaidi Al Hafiz dan  Ust. Baginda Hambali Siregar, S.Pd selaku pembina Rohis SMAN 73 Jakarta. Begitu juga pada siswa beragama kristen, Hindu dan budha juga di pimpin oleh masing masing guru agamanya.Untuk tahun 2019 ini sedikitnya ada 252 siswa yang akan ikut ujian di dua jurusan IPA dan IPS.

 

 

 

 

 

 

 

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

37 Sekolah Ikut MGMP di SMAN 75 Jakarta

20190122_085946(0)

SKC- Dalam konsep dunia pendidikan kita mengenal yang namanya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Khususnya dalam merumuskan, mendiskusikan dan mengambil jalan yang terbaik dalam proses belajar mengajar maka MGMP mutlak dilakukan.

Musawarah ini akan merumuskan strategi dan langkah-langkah dalam meningkatkan mutu pendidikan serta mengangkat prestasi siswa dalam mata pelajaran yang diampu.

Hal ini dilakukan SMAN 75 Jakarta Utara dengan melaksanakan MGMP Biologi wilayah Jakarta Utara II. Dalam MGMP ini dilakukan pembahasan tentang ‘Bedah kisi kisi Ujian Nasional dan coaching penyusunan Soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun 2019’

Menurut Agus Jaya Kepala Sekolah SMAN 75 Jakarta Utara MGMP ini bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas Teoritis (Bagi Pengembangan Keilmuan),dapat menjadi bahan kajian dan pengembangan substansi keilmuan dan pengelolaan administrasi pendidikan. Hal ini dapat memberikan stimulus terhadap manfaat forum MGMP terhadap profesionalisme guru. Termasuk Manfaat Praktis (Bagi Pemimpin Pendidikan, Peneliti, dan Guru) serta menjadi masukan bagi pemimpin pendidikan dalam hal bagaimana meningkatkan profesionalisme guru melalui forum MGMP.

“Dengan MGMP Biologi ini peserta bisa mendapatkan pengembangan keilmuan dan peserta bisa mengajukan pertanyaan dan kesulitan yang dihadapinya selama praktek dan proses belajar kepada nara sumber ” ujar Agus Jaya .

Dalam MGMP ini sedikitnya ada 37 orang guru biologi perwakilan dari SMA Se Jakarta Utara wilayah II yang hadir. Selain itu juga hadir nara sumber instruktur nasional Basuki, Nuriksani Ketua MGMP serta pengawas sekolah Sarmayani dan koordinator pengawas Sohidi.

 

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

PPDB 2019: Syarat PPDB Jarak Rumah, Bukan Rapor dan Nilai UN

20180302_094300

SKC- Syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 adalah jarak dari rumah ke sekolah, bukan nilai rapor dan ujian nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Mendikbud mengatakan aturan zonasi semula diterapkan pada PPDB 2018, akan diperketat lagi pada 2019. Pengetatan aturan itu diperkuat melalui Peraturan Mendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang PPDB.

Mendikbud menegaskan sekolah wajib menerapkan PPDB berbasis zonasi untuk 90 persen dari siswa baru. Jalur prestasi akademik dan non-akademik memliki kuota tersendiri yaitu 5 persen.

“Dapat pula dipakai untuk kuota 5 persen sisanya bagi pelajar mendaftar ke sekolah di luar zona mereka,” ucap Mendikbud.

Dengan aturan baru tersebut, kata Mendikbud, sekolah harus proaktif mendata calon siswa berdasarkan data sebaran anak usia sekolah milik dinas pendidikan.

Staf Ahli Mendikbud Bidang Regulasi Chatarina Girsang menyebutkan nilai rapor dan ujian nasional dapat digunakan bila tersisa satu kursi di sekolah, sementara yang mendaftar lebih dari satu orang.

Ia mengatakan sekolah dapat memilih siswa dengan nilai UN atau rapor lebih tinggi. “Akan tetapi, sekolah tidak bisa menentukan batas minimal nilai UN dan rapor dalam melakukan seleksi,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Chatarina, sistem zonasi bertujuan mendobrak mental “sekolah favorit” yang sudah lama terpatri di masyarakat.

Semua sekolah harus memiliki mutu pendidikan yang baik agar semua anak bisa bersekolah di tempat terdekat dan dijamin tidak mengalami diskriminasi dalam dunia pendidikan. “Karena pendidikan sejatinya menambah mutu hidup manusia,” katanya.

 

Sumber : kompas.com

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

Kemendikbud Akan Adakan Sertifikasi Guru SMK

Screenshot_2017-05-02-13-43-42-1

SCK- Menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia tentang Revitalisasi SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melaksanakan sertifikasi keahlian bagi guru produktif dan tenaga kependidikan di SMK.

Sertifikasi keahlian dilakukan sebagai upaya peningkatkan kualitas guru produktif dan tenaga kependidikan seperti laboran, teknisi, dan kepala bengkel di SMK.

Dilansir dari berita Direktorat Pembinaan SMK, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Supriano menjelaskan pada tahap satu telah disusun Skema Sertifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 4 untuk 58 Kompetensi Keahlian dan telah disahkan pada 23 Agustus 2017.

Selanjutnya, saat ini merupakan tahap dua telah disusun lagi sebanyak 81 skema sertifikasi kompetensi keahlian untuk guru dan 38 skema sertifikasi untuk tenaga kependidikan.

“Semua skema itu untuk menjawab tantangan zaman. Karena itu semua skema sertifikasi keahlian guru dan tenaga kependidikan itu telah melalui proses validasi dan verifikasi dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan siap untuk mendapatkan pengesahan,” kata Supriano usai Penandatangan Skema Sertifikasi KKNI Level 4 di Gedung Kemendikbud, Kamis (15/11/2018).

Baca juga: Pemerintah Terus Dorong Siswa SMK Lakukan Inovasi

Dia menerangkan, skema sertifikasi merupakan persyaratan sertifikasi spesifik berkaitan kategori profesi yang ditetapkan dengan menggunakan standar dan aturan khusus sama, serta prosedur sama.

Sertifikasi, lanjutnya bertujuan memastikan kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang telah didapat melalui proses pembelaran baik formal, nonformal, pelatihan kerja, ataupun pengalaman kerja.

“Dengan adanya skema ini diharapkan terjadi kesetaraan dan kesamaan lebel kompetensi guru produktif dan tenaga kependidikan di SMK negeri atau swasta, serta kejuruan level kompetensi dan tenaga kependidikan di madrasah,” jelas dia.

Sementara itu Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Sri Renani Pantjastuti mengatakan, skema sertifikasi keahlian KKNI level IV ini didominasi oleh skema sertifikasi kompetensi keahlian teknik dan sains.

Untuk permulaan, skema sertifikasi ini akan diterapkan untuk guru atau tenaga kependidikan di SMK Revitalisasi.

“Setelah itu, ke SMK reguler. Diharapkan akan terwujud pendidikan yang berkualitas dan dapat menghasilkan lulusan SMK yang kompeten,” harap Supriano.

Sumber : kompas.com

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

Hari Kreativitas, SMPN 30 JU Ciptakan Inovasi Dari Bikin Jamu Sampai Roket Terbang

20181105_095056

SKC- Ada banyak cara yang bisa dilakukan sekolah untuk mengajarkan kreativitas pada siswa didiknya.Pada dasarnya, siswa memiliki modal kreativitas, namun terkadang mereka memerlukan stimulus untuk mengasah kreativitasnya.

Untuk itu pihak sekolah SMPN 30 Jakarta Utara menggelar lomba kreativitas bagi siswanya.

Banyak kreativitas yang bisa dilihat, diantaranya pembuatan jamu tradisional, fakum cleaner, robot tik, melukis, vokal group, pidato, cek kesehatan, angin tata surya hingga roket udara.

Ujang Kusuma Kepala Sekolah SMP 30 Jakarta Utara menjelaskan lomba tersebut sangat baik untuk diadakan, karena kompetisi semacam ini dapat mengasah kreativitas. Hal ini seharusnya dilakukan lebih sering karena jaman sekarang remaja lebih memilih bermain gadget daripada melakukan hal-hal yang mengasah kemampuan dan kreativitas mereka.

“Dengan kegiatan hari ini siswa dapat menyalurkan seluruh kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki untuk berjuang” kata Ujang Kusuma.

Ditambahkan Ujang, fungsinya dari hari kreativitas ini untuk menyalurkan seluruh keterampilan yang dimiliki siswa, untuk dan terasa lebih indah, serta membuat hasil karya yang sangat brilian dan boombastis.

Zibril siswa kelas 9 SMPN 30 Jakarta Utara menjelaskan kegiatan ini sangat berguna karena kita terus berusaha untuk membuat suatu yang kreatif.

“Artinya kegiatan ini sangat baik dan positif, dan dapat memberikan motivasi untuk berkarya terus ” ujarnya.

Kegiatan ini juga di dukung para alumnus SMPN 30 Jakarta Utara.

 

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

Eskul Dokcil SMPN 173 JU, Didik Karakter Siswa Peduli Kesehatan

IMG_20181101_214054_760

SKC- Dokter kecil atau disebut ‘Dokcil’ adalah peserta didik (siswa) yang memenuhi kriteria dan telah dilatih untuk ikut melaksanakan usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman,keluarga,saudara dan lingkungan.

Kegiatan dokcil ini menjadi salah satu kegiatan eskul di SMPN 173 Jakarta Utara.
Mujiono Kepala Sekolah SMPN 173 Jakarta menjelaskan, dokcil merupakan kegiatan eskul. Bahkan pembimbing mereka ada dokter dokter yang juga alumnus dari sekolah. “Sudah ada tiga angkatan di eskul dokcil ini, bahkan mereka dibimbing para alumnus 173 yang sudah menjadi dokter” kata Mujiono.

Ditambahkan, dengan kegiatan ini siswa punya pengalaman serta membangun karakter peduli. Di kegiatan siswa punya tugas dan tanggung jawab yakni,Selalu bersikap dan berperilaku sehat, mengajak serta mendorong siswa lainnya untuk bersama-sama menjalankan usaha kesehatan terhadap dirinya masing-masing,mengusahakan tercapainya kesehatan lingkungan yang baik di sekolah dan di rumah. Dan membantu guru dan petugas kesehatan pada waktu mereka menyelenggarakan pelayanan kesehatan di sekolah.

Sementara itu Irwan dan Dimas siswa SMPN 173 JU menyambut baik kegiatan dokcil ini. Kegiatan Dokter Kecil. Dan banyak kegiatan yang didapat diantaranya,menggerakkan teman asal saling mengadakan, Pengamatan kebersihan dan kesehatan pribadi, Penimbangan dan pengukuran tinggi badan,Penelitian penglihatan,Pemeriksaan cacar, BCG,Pemeriksaan kesehatan gigi dan Pengenalan dini penyakit dan tanda-tandanya.

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

AeroSafety 3 SMAN 73 JU Ajang Gengsi Raih Prestasi

20181101_071629

SKC- Event Aero Safety yang melombakan cabang olahraga dan seni antar pelajar ini merupakan ajang bergengsi untuk menunjukkan prestasi.

Untuk yang ketiga kalinya AeroSafety ini digelar, dimana ada 25 sekolah SMA dan 14 sekolah ikut berpartisipasi. Event yang dilaksanakan setiap hari jum’at,sabtu dan minggu ini melombakan basket,volley ball, Futsal,bulutangkis,paskibra serta mobile legend.

“Saya berharap teman-teman untuk hadir dalam kegiatan yang dilombakan hingga akhir bulan Desember. Dan juga peserta untuk tetap mengedepankan fairplay” ujar Sadan koordinator Aero Safety 3 SMAN 73 Jakarta Utara.

Dimas 16, siswa SMAN 92 JU menyambut positif event ini selain menjadi ajang unjuk prestasi juga menjadi sarana komunikasi serta silahtuhrahmi antar pelajar.

“Setidaknya bukan hanya hiburan saja tetapi ajang ini kita mendapatkan teman banyak” ujarnya.

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

BUDAFEST 92, Bangun Karakter Siswa Cinta Tanah Air

20181030_110437

SKC- Dalam rangka memperingati bulan bahasa dan hari Sumpah Pemuda, SMAN 92 Jakarta Utara bersama pengurus OSIS menggelar acara Budafest 2018.

Kegiatan ini menurut Sucipto Kepala Sekolah SMAN 92 Jakarta bertujuan membangun semangat nasionalisme dan cinta tanah air. Karena didalam acara ini ada bazar makanan khas daerah terdiri dari 36 Stand, lomba pakaian daerah dan bahasa daerah.

“Harapan kami agar anak zaman milenia ini tak melupakan adat maupun budaya daerah asalnya. Sehingga rasa nasionalisme tetap melekat” ujar Sucipto.

Sementara itu, Sumisih 45, orangtua murid SMAN 92 JU menyambut positif kegiatan budaya festival ini. Karena selama ini anak-anak banyak yang tidak tahu tentang budaya maupun makanan khas daerahnya.

“Saya sangat setuju acara ini, karena mendidik anak tahu tentang budaya dan keanekaragaman” sahutnya.

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

250 Alumnus SMKN 4 Ikuti Pelatihan OK OCE

20180920_171948

SKC-Suku Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (KUKMP) Jakarta Utara menggelar pelatihan OK OCE bagi alumnus SMKN 4 Jakarta Utara. Kegiatan yang diikuti sebanyak 250 orang alumnus tersebut digelar di aula SMKN 4 Jl Rorotan IV, Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas KUKMP Jakarta Utara, Arfian menjelaskan, program OK OCE sebagai program pemberdayaan ekonomi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus terus dikembangkan. Termasuk menyentuh generasi muda atau milenial alumni sekolah kejuruan seperti SMKN 4.

“Secara keilmuan mereka itu punya dasar keahlian. Tinggal memadukannya dengan kemampuan berusaha secara praktis,” ujarnya, Kamis (20/9).

Karena itu, kegiatan pelatiham di antara memberikan materi 7 Pas OK OCE seperti membangun wirausaha baru, manajemen wirausaha dan akses permodalan, Setelah ini mereka juga akan didorong mengikuti pendampingan di masing-masing kecamatan.

“Targetnya mereka bisa membuka dan memiliki izin usaha. Dari 8 ribu target pendampingan, kita harap 2 ribu di antaranya jadi,” tegasnya.

Koordinator Alumnus SMKN 4, Haerudin berharap dari pembinaan kewirausahaan pada generasi milenial ini bisa memunculkan usahawan muda baru. Bahkan, usaha baru yang dibangun diharap bisa membuka lapangan pekerjaan baru.

“Mereka sangat potensial. Sebab punya banyak keahlian seperti merakit mesin, perbengkelan, pengecatan mobil, elektronika bahkan pengetahuan tentang mesin bubut” katanya.

Anggota DPRD Dapil Jakarta Utara, Neneng Hasanah menyatakan dukungannya terhadap pembinaan kewirausahaan yang di naungi oleh OK OCE. Dengan begitu alumnus SMK akan termotivasi tidak hanya mencari kerja namun juga bisa membuka usaha sendiri.

“Sekarang ini banyak muncul wirausaha kecil dirancang oleh anak-anak muda yang bisa menghasilkan. Mulai dari sinilah program OK OCE menyentuh” tandasnya.

Sementara itu Didin Hafinudin Kasek SMKN 4 JKTU menyambut positif kerja sama ini, agar kedepannya anak-anak SMKN 4 JKTU punya peluang untuk wirausaha.

Dalam kegiatan ini hadir juga Ka seksi SMA/K Jakarta Utara II dan Purnomo Camat Cilincing.

 

selengkapnya
1 2 3 4 5 28
Page 3 of 28