close

Berita Sekolah

Berita Sekolah

Jokowi Kunjungi SMP 277 dan SDN 01 RBU di Koja, Pantau Kartu Jakarta Pintar

JOKOWI MENGECEK KARTU JAKARTA PINTAR

Jakarta-Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo disambut teriakan histeris para siswa SMP Negeri 277 Jakarta Utara saat menyempatkan diri mampir di sekolah yang terletak di Kecamatan Koja itu. 

Jokowi, sapaan akrab sang gubernur yang terpilih menjadi Presiden RI itu, berkunjung ke SMPN 277 dalam rangka mengecek apakah semua siswa di sekolah ini telah menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). 

“Ini ngecek KJP, sudah dibagi ke semua siswa di sini sebanyak 271 penerima,” ucap Jokowi di sela-sela kunjungannya, Selasa (23/9/2014). 

Mantan Walikota Kota Solo ini juga menyempatkan diri berdialong dengan para siswa yang sedang belajar di dalam kelas. 

Nanya-nanya sudah terima KJP belum, kalau sudah buat apa,” terang Walikota Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono yang ikut mendampingi Jokowi. 

Setelah mengecek penerimaan KJP di SMPN 277, Jokowi pun berpamitan dan para siswa serempak mengucapkan terima kasih atas kunjungan presiden terpilih itu di sekolah mereka. 

Selain SMPN 277, Politisi PDIP tersebut juga menyempatkan diri mengecek penerimaan KJP di SDN Rawa Badak Utara O1 yang berada di sebelah bangunan SMPN 277. 

Untuk diketahui, penerima dana KJP di seluruh Jakarta sebanyak 576.000 siswa. Pada tahun ini, Pemprov DKI menganggarkan KJP sebesar Rp799 miliar. 

Besaran nilai KJP yang diterima tiap siswa per bulannya berbeda-beda untuk tiap jenjang pendidikan. Siswa SD menerima Rp 180.000, siswa SMP menerima Rp 210.000, dan siswa SMA menerima Rp 240.000. Dana KJP diberikan selama 6 bulan kepada penerimanya. 

Dana KJP sempat tertunda selama 9 bulan karena adanya imbauan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta para kepala daerah untuk tidak mencairkan dan bantuan sosial dan dana hibah selama masa kampanye pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden. 

Kendati demikian, KPK akhirnya mengizinkan Pemprov DKI untuk mencairkan dana bansos dan hibah untuk Kartu Jakarta Pintar karena pemberian dana itu tidak bermuatan politis.

selengkapnya
Berita Sekolah

Pacu Prestasi Siswa, SMPN 30 Rawa Badak Direnovasi Total

no thumb
ISS-Setelah puluhan tahun tidak pernah mengalami renovasi signifikan, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 30 Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara (Jakut), akan menjalani rehabilitasi total pada tahun ini.
Melalui renovasi tersebut, gedung SMPN paling favorit di wilayah Jakut ini akan berubah menjadi empat lantai (dari sebelumnya dua lantai), dan dilengkapi berbagai fasilitas yang memadai untuk menunjang peningkatan prestasi siswa.
Kepala Sekolah SMPN 30, Mulyana, mengatakan, ‎pengerjaan awal renovasi sudah dimulai sejak Minggu (29/5) lalu, dengan mengerahkan belasan pekerja untuk memindahkan barang dan bagian dari bangunan yang masih bisa dipakai.
“Alhamdulilah‎, akhirnya sekolah kami mendapat giliran untuk dilakukan renovasi total. Semoga saja pengerjaan renovasi ini bisa berjalan dengan lancar,” kata Mulyana, kepada Suara Pembaruan, Kamis (2/6) siang.
Dengan renovasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta tersebut, kata dia, siswa kelas VII dan Kelas VIII yang masih menjalani proses belajar-mengajar untuk sementara dipindahkan ke SMPN 277 Rawa Badak Utara.
“Untuk sementara, sampai pembangunan gedung selesai kita pindahkan mereka ke bangunan SMPN 277 dan SDN 01. Saat ini, gedung SMPN 30 yang lama sedang dalam proses pembongkaran,” tambahnya.
Menurut Mulyana, pelajar tersebut akan mengikuti kelas siang yang dimulai dari Pukul 13.00 WIB hingga Pukul 17.30 WIB‎. Saat ini, lanjut dia, yang masih aktif belajar adalah mereka yang duduk di Kelas VII dan Kelas VIII.
“Sedangkan pelajar kelas IX, saat ini sedang menunggu pengunguman hasil Ujian Nasional (UN) yang diumumkan pada 11 Juni 2016,” jelasnya.
Menurut Mulyana, memasuki pekan kedua Bulan Juli 2016 atau saat tahun ajaran baru 2016/2017 dimulai, seluruh kelas (Kelas VII-IX) memulai kegiatan belajar-mengajar di dua sekolah yang saling berdekatan tersebut (SDN 01 dan SMPN 277). Pihaknya akan mengusulkan agar dilakukan penambahan fasilitas ruang laboratorium yang lebih lengkap dan membuat siswa-siswi bisa belajar lebih optimal.
Sementara itu, jumlah kelas yang tadinya hanya 23 kelas, diusulkan bertambah satu kelas menjadi 24 kelas. Artinya, kata dia, apabila dalam satu kelas diisi oleh 36 pelajar, maka gedung baru SMPN 30 dapat menampung hingga 288 pelajar.
“Semoga saja nanti pengerjaan bangunan bisa dirampungkan pada Bulan Desember 2016, tapi kalau lancar pembangunan bisa dilakukan dalam waktu lima bulan‎,” tandasnya
selengkapnya
1 33 34 35
Page 35 of 35