close

Berita Sekolah

Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

SMPN 53 Jakarta Utara Siap Hadapi UNBK 2019

IMG-20170725-WA0023

SKC- Berbagai persiapan dilakukan oleh sekolah dalam menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) April 2019 mendatang. Salah satu di SMPN 53 Jakarta Utara.

Hal ini disampaikan Idris Kepala Sekolah SMPN 53 Jakarta Utara kepada Sekolahclick online.Diantaranya pendalaman materi (PM), Try Out, Bimbingan Belajar hingga pelaksanaan ujian Akhir Semester dengan sistem komputerisasi.

“Semua anak2 kita sudah siap, tinggal mengasah mental dan latihan sarana peralatan yang kita tingkatkan. Agar pada UNBK 2019 dimulai tak akan takut” ujar Idris Kepala Sekolah SMPN 53 Jakarta Utara.

Untuk tahun ini sedikitnya ada 345 siswa yang ikut UNBK 2019 nanti dibagi dua sesi.

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

Kabar Gembira ! Siswa Tak Mampu Tebus Ijazah, Pemda DKI Akan Melunasi

Screenshot_20190210-204810_Video Player

SKC-Kabar gembira buat orangtua murid yang tidak mampu menebus ijazah lantaran masih punya sangkutan biaya sekolah, Pemerintah daerah akan mempasilitasi untuk melunasi sangkutan disekolah.

Hal ini disampaikan H.Ramly HI Muhammad Msi Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta disela-sela kegiatan sosialisasi penguatan fungsi pengawasan di RW 7 Jakarta Utara. Ia meminta kepada ibu ibu atau tetangga yang mempunyai masalah ijazah sekolah yang tertahan lantaran masih ada sangkutan, pihak akan membantu mempasilitasi agar ijazah tersebut bisa di berikan.

“Yaa saya minta jika ada yang belum mengambil ijazah anaknya karena ada sangkutan segera berikan daftarnya ke saya, sebelum 25 Februari 2019. Dengan syarat yang tadi disebutkan” tegas H Ramly Hi Muhammad Msi politisi Partai Golkar.

Persyaratan yang harus dibawa adalah membuat surat keterangan tidak mampu dari kelurahan yang diketahui RT/RW serta rincian tunggakan dari sekolah terkait yang dibubuhi stempel sekolah.

“Segera berikan tahu sebelum 25 Februari 2019 ini karena akan segera di laporkan ke Bazis” ujarnya.

Kontannya saja harapannya membuat ibu ibu sedikit lega dengan informasi tersebut ” terima kasih pak dewan, saya besok akan urus punya keponakan yang memang belum menebus ijazah sekolah anaknya,” ujar Dewi 38, Warga Koja.

 

 

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

Sudin Dukcapil JU Gelar Perekaman E KTP Di SMAN 52 Jakut

20190207_083016

SKC-Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Utara, menggelar layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di SMA Negeri 52, Jl Raya Tugu Semper Barat,Cilincing. Perekaman identitas dilakukan kepada pelajar dengan rentang usia 16 hingga 17 tahun.

Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Utara, Erik P Sinurat mengatakan, layanan yang digelar mulai dari perekaman Kartu Keluarga (KK), sidik jari, retina mata, dan pengambilan foto.

“Hari ini kami gelar di SMA Negeri 52, mulai pagi tadi hingga bubar sekolah. Tercatat sudah 25 siswa terekam,” ujar Erik.

Selain melakukan perekaman, lanjut Prasthana idya Kasie Penduduk Kel Semper Barat , pihaknya juga menyerahkan secara simbolis fisik E-KTP kepada dua siswa. Keduanya diberikan fisik dokumen lantaran kedapatan sudah berusia lebih dari 17 tahun.

“Ketika kami cross check di sistem, ternyata sudah berstatus Print Ready Record (PRL). Jadi langsung diserahkan hari ini juga,” jelasnya.

Kepala SMAN 52 Jakarta, Ridowan Siregar mengapresiasi layanan jemput bola yang diselenggarakan Sudin Dukcapil Jakarta Utara ini. Sebab, dengan begitu siswanya tidak perlu repot mengurus perekaman di kantor kelurahan maupun kecamatan

“Ini memberikan kemudahan bagi pelajar, sehingga mengurangi kemungkinan anak kita meninggalkan jam belajar,” tandasnya.

 

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

Jelang UNBK & USBN, Ratusan Siswa SMAN 73 Gelar Doa Bersama

IMG-20190204-WA0088

SKC- Jelang Ujian Nasional  UNBK maupun SBMPTN 2019 berbagai upaya dan usaha di lakukan pihak sekolah dan siswa untuk mendapatkan hasil yang baik serta memudahkan perjuangan menghadapi ujian

Seperti yang dilaksanakan oleh SMAN 73  Jakarta Utara menggelar kegiatan rohani yakni doa bersama yang di gelar di halaman sekolah.

Dalam sambutan Kepala SMAN 73 Jakarta Ridwan Taopik memaparkan akan kesiapan siswa kelas XII untuk menghadapi UNBK,USBN dan SBPTN 2019 bahwa siswa kelas XII sudah memiliki semangat dan modal untuk bisa meraih hasil yang terbaik.

Baik UNBK,USBN maupun SBMPTN bukan inti dari ujian akhir, tetapi merupakan awal dari ujian kehidupan manusia yang harus dihadapi. Ujian UNBK ini pada dasarnya sederhana, ujian yang sebenarnya adalah di dalam kehidupan ini untuk menyelesaikan setiap persoalan yang ada di hadapannya. Ujian adalah cobaan yang dihadapi oleh manusia, untuk memudahkannya, sarana yang dilalui adalah doa.

“Saya yakin anak anak mampu menghadapinya. Usaha belajar,Try Out dan lainnya menjadi modal.Dan terpenting setelah lulus nanti siswa akan banyak menghadapi tantangan hidup, itu bisa mereka hadapi sehingga membawa nama baik sekolahnya” ujar Ridwan Taopik.

Sementara itu Tatty Sri Hermanti S.pd Wakepsek Kesiswaan SMAN 73 Jakarta menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan mental siswa akan menghadapi ujian. Sebab usaha dan perjuangan harus disertai dengan doa supaya bisa berjalan lancar dan baik.

Doa bersama juga diisi tauziah oleh Ust. TB Humaidi Al Hafiz dan  Ust. Baginda Hambali Siregar, S.Pd selaku pembina Rohis SMAN 73 Jakarta. Begitu juga pada siswa beragama kristen, Hindu dan budha juga di pimpin oleh masing masing guru agamanya.Untuk tahun 2019 ini sedikitnya ada 252 siswa yang akan ikut ujian di dua jurusan IPA dan IPS.

 

 

 

 

 

 

 

selengkapnya
Berita SekolahBerita Utama

Besok ! Siswa SMP Se Jakut Gelar Simulasi UNBK 2019

20180302_094300

SCK- Jelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 22 hingga 25 April 2019 mendatang, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara Wilayah II menggelar simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Ujicoba Simulasi tersebut bertujuan untuk melihat kesiapan sekolah maupun siswa dalam menghadapi UNBK tahun ini. Termasuk pengenalan sistem teknologi yang akan di operasikan oleh peserta Ujian.

Ujang Kusuma Kepala Sekolah SMPN 30 Jakarta Utara menjelaskan, selain melatih kesiapan mental para siswa juga termasuk pengenalan dan penggunaan sistem komputer maupun perangkat yang akan di operasikan.

“Simulasi ini tidak untuk mengetahui kesiapan anak untuk penguasaan materi, tetapi simulasi ini untuk mengecek kesiapan infrastuktur” kata Ujang Kusuma Kepala Sekolah SMPN 30 Jakarta Utara.

Artinya kata Ujang lebih pada pengenalan sistem dan perangkat yang akan di operasikan anak anak saat menghadapi UNBK nanti.

Senada juga disampaikan Yusuf Corua Kepala Sekolah SMPN 289 Jakarta Utara, simulasi nanti menjadi pengalaman pertama bagi siswa yang akan memulai UNBK nanti. Terutama pengenalan sistem, cara mengisi hingga pengaturan waktu saat mengerjakan soal.

“Simulasi ini pembelajaran buat siswa untuk mengetahui tata cara, sistem dan perangkat komputer yang akan mereka gunakan saat UNBK nanti supaya tidak kaget ketika pelaksanaannya dimulai” kata Yusuf Corua.

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

37 Sekolah Ikut MGMP di SMAN 75 Jakarta

20190122_085946(0)

SKC- Dalam konsep dunia pendidikan kita mengenal yang namanya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Khususnya dalam merumuskan, mendiskusikan dan mengambil jalan yang terbaik dalam proses belajar mengajar maka MGMP mutlak dilakukan.

Musawarah ini akan merumuskan strategi dan langkah-langkah dalam meningkatkan mutu pendidikan serta mengangkat prestasi siswa dalam mata pelajaran yang diampu.

Hal ini dilakukan SMAN 75 Jakarta Utara dengan melaksanakan MGMP Biologi wilayah Jakarta Utara II. Dalam MGMP ini dilakukan pembahasan tentang ‘Bedah kisi kisi Ujian Nasional dan coaching penyusunan Soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun 2019’

Menurut Agus Jaya Kepala Sekolah SMAN 75 Jakarta Utara MGMP ini bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas Teoritis (Bagi Pengembangan Keilmuan),dapat menjadi bahan kajian dan pengembangan substansi keilmuan dan pengelolaan administrasi pendidikan. Hal ini dapat memberikan stimulus terhadap manfaat forum MGMP terhadap profesionalisme guru. Termasuk Manfaat Praktis (Bagi Pemimpin Pendidikan, Peneliti, dan Guru) serta menjadi masukan bagi pemimpin pendidikan dalam hal bagaimana meningkatkan profesionalisme guru melalui forum MGMP.

“Dengan MGMP Biologi ini peserta bisa mendapatkan pengembangan keilmuan dan peserta bisa mengajukan pertanyaan dan kesulitan yang dihadapinya selama praktek dan proses belajar kepada nara sumber ” ujar Agus Jaya .

Dalam MGMP ini sedikitnya ada 37 orang guru biologi perwakilan dari SMA Se Jakarta Utara wilayah II yang hadir. Selain itu juga hadir nara sumber instruktur nasional Basuki, Nuriksani Ketua MGMP serta pengawas sekolah Sarmayani dan koordinator pengawas Sohidi.

 

selengkapnya
Berita SekolahBerita UtamaInfo Berita

PPDB 2019: Syarat PPDB Jarak Rumah, Bukan Rapor dan Nilai UN

20180302_094300

SKC- Syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 adalah jarak dari rumah ke sekolah, bukan nilai rapor dan ujian nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Mendikbud mengatakan aturan zonasi semula diterapkan pada PPDB 2018, akan diperketat lagi pada 2019. Pengetatan aturan itu diperkuat melalui Peraturan Mendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang PPDB.

Mendikbud menegaskan sekolah wajib menerapkan PPDB berbasis zonasi untuk 90 persen dari siswa baru. Jalur prestasi akademik dan non-akademik memliki kuota tersendiri yaitu 5 persen.

“Dapat pula dipakai untuk kuota 5 persen sisanya bagi pelajar mendaftar ke sekolah di luar zona mereka,” ucap Mendikbud.

Dengan aturan baru tersebut, kata Mendikbud, sekolah harus proaktif mendata calon siswa berdasarkan data sebaran anak usia sekolah milik dinas pendidikan.

Staf Ahli Mendikbud Bidang Regulasi Chatarina Girsang menyebutkan nilai rapor dan ujian nasional dapat digunakan bila tersisa satu kursi di sekolah, sementara yang mendaftar lebih dari satu orang.

Ia mengatakan sekolah dapat memilih siswa dengan nilai UN atau rapor lebih tinggi. “Akan tetapi, sekolah tidak bisa menentukan batas minimal nilai UN dan rapor dalam melakukan seleksi,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Chatarina, sistem zonasi bertujuan mendobrak mental “sekolah favorit” yang sudah lama terpatri di masyarakat.

Semua sekolah harus memiliki mutu pendidikan yang baik agar semua anak bisa bersekolah di tempat terdekat dan dijamin tidak mengalami diskriminasi dalam dunia pendidikan. “Karena pendidikan sejatinya menambah mutu hidup manusia,” katanya.

 

Sumber : kompas.com

selengkapnya
Berita SekolahBerita Utama

Sudin Dukcapil JU Gelar Perekaman E KTP di SMAN 13

1523426250116-1-1

SKC-Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Utara, menggelar layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di SMA Negeri 13, Jl Seroja No 1 Rawa Badak Utara, Koja. Perekaman identitas dilakukan kepada pelajar dengan rentang usia 15 hingga 17 tahun.

Kepala Seksi Pendaftaran Penduduk Sudin Dukcapil Jakarta Utara, Sri Supriantoro mengatakan, layanan yang digelar mulai dari perekaman Kartu Keluarga (KK), sidik jari, retina mata, dan pengambilan foto.

“Hari ini kami gelar di SMA Negeri 13, mulai pagi tadi hingga bubar sekolah. Hingga siang ini sudah 68 siswa terekam,” ujar Supriantoro, Rabu (16/1).

Selain melakukan perekaman, lanjut Sri, pihaknya juga menyerahkan secara simbolis fisik E-KTP kepada dua siswa atas nama Rafael Arfah dan Nirwanti Saenal. Keduanya diberikan fisik dokumen lantaran kedapatan sudah berusia lebih dari 17 tahun.

“Ketika kami cross check di sistem, ternyata sudah berstatus Print Ready Record (PRL). Jadi langsung diserahkan hari ini juga,” jelasnya.

Kepala SMAN 13 Jakarta, Sigit Indriyanto mengapresiasi layanan jemput bola yang diselenggarakan Sudin Dukcapil Jakarta Utara ini. Sebab, dengan begitu siswanya tidak perlu repot mengurus perekaman di kantor kelurahan maupun kecamatan

“Ini memberikan kemudahan bagi pelajar, sehingga mengurangi kemungkinan anak kita meninggalkan jam belajar,” tandasnya.

 

selengkapnya
Berita SekolahBerita Utama

Ratusan Siswa SMAN 52 Jakut Ikut Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Bela Negara

20190116_083048

SCK- Ratusan siswa SMAN 52 Jakarta Utara hari ini mengikuti kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan untuk bela negara. Dalam kegiatan ini hadir sebagai narasumber dari Kolinlamil sebagai pemberi materi yakni Mayor laut (KH) umbarno, S.pd, M.pd, Mayor Laut (P) Edi Irawan, S.H, Mayor Laut (S/W) Verra Nuradityahningsih, S.E

Ridwoan Siregar Kepala Sekolah SMAN 52 Jakarta menjelaskan,
Suatu pilar kebangsaan harus kokoh dan kuat untuk menangkal berbagai bentuk ancaman dan gangguan, baik dari dalam maupun dari luar. Pilar kebangsaan Indonesia yang berupa belief system harus dapat menjamin terwujudnya ketertiban, keamanan, kenyamanan, keadilan, dan kesejahteraan bagi semua warga negara.

“Jadi sangatlah perlu anak-anak sekarang ini dibekali pengetahuan tentang 4 pilar kebangsaan. Supaya tertanam rasa kebangsaan yang mendalam tertanam jiwa bela negara” ujarnya.

Lebih lanjut, Ridwan Siregar menambahkan manfaat sosialisasi ini kepada siswa bisa diterapkan keseharian di sekolah seperti saling menghargai sesama teman yang berbeda agama, saling menghormati dalam perbedaan keputusan, tidak saling menyinggung dan mau membantu yang lemah.

“Salah satu contoh tawuran antar pelajar, jika anak-anak tertanam jiwa 4 pilar kebangsaan dan bela negara maka hal tersebut tak perlu terjadi” sahutnya.

 

selengkapnya
Berita SekolahBerita Utama

SMAN 52 Jakut Didik 125 Siswa Pioner English Comunity

20180817_090024(0)

RKN-Upaya untuk menjadikan bahasa Inggris menjadi familiar dan akrab di sekolah, SMAN 52 Jakarta membentuk english comunity.

Ridowan Siregar Kepala Sekolah SMAN 52 Jakarta Utara menjelaskan dibentuknya english comunity dengan tujuan anak-anak didiknya termotivasi menjadikan bahasa inggris bukan hal yang aneh namun bisa menjadi bahasa familiar. Dan kenapa harus bahasa inggris, sebab merupakan bahasa yang paling sering digunakan atau paling umum dipakai di seluruh dunia.

“Siswa-siswa ini sudah punya basic atau kemampuan sejak duduk di bangku SD, SMP dan SMA. Hanya saja membiasakan berbahasa inggris yang belum teralisasi” ujarnya.

Lanjut Ridowan, selama ini siswa yang telah di bekali mata pelajaran bahasa inggris hanya sekedar tahu saja, tetapi tidak di terapkan untuk bisa menjadi bahasa percakapan.

“Bayangkan saja! duduk dibangku SD, SMP dan SMA, ia mendapatkan nilai baik bahasa inggrisnya. Namun yang terjadi di ajak percakapan menjadi hal yang aneh” sahutnya.

Untuk itulah, dibentuk english comunity. Saat ini ada 125 siswa SMAN 52 yang ikut comunity ini. Dan siswa yang ikut kegiatan ini di tandai pita merah di lengannya.Dan mereka ini menjadi pioner. Termasuk gurupun ikut serta.

“Kami tidak memaksakan untuk siswa ikut.Jadi siswa yang ikut ada tanda khusus pita merahnya. Setiap hari selasa yang ada tanda khusus ini komitmen berkominikasi bahasa inggris” ujarnya.

Jadi harapan pihak sekolah kedepannya, siswa yang lulus dari SMAN 52 Jakarta tidak takut atau gugup untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

 

selengkapnya
1 2 3 4 5 35
Page 3 of 35