close
20190408_193540

SCK- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini terus menggencarkan program magrib mengaji di lingkungan setiap kelurahan. Program ini dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada para lurah di ibu kota dengan tujuan untuk menekan tingkat tawuran dan kenakalan remaja.

Sejalan dengan program tersebut di SMA Negeri 92 Jakarta dilaksanakan program Qur’an Camp. Kegiatan ini dilaksanakan setiap dua bulan sekali dan diadakan dipekan terakhir pada hari jum,at sore sampai dengan minggu pagi. Siswa menginap di sekolah dan secara berkelompok dengan bimbingan beberapa alumni yang menjadi muhafizh atau muhafizhoh melaksanakan kegiatan menghafal Al-Quran.

Kegiatan ini diawali dengan menyeleksi siswa yg sudah lancar membaca Al-qur’an dan terseleksi sebanyak 15 siswi dan 10 orang siswa. 25 siswa/i tersebut diikutkan dalam kegiatan Qur’an Camp sebanyak 6 kali dalam 2 semester. “Kami berharap apabila dalam satu pertemuan mereka bisa menghafal sebanyak 3 lembar, maka di akhir tahun mereka bisa menghafal 2 juz, yaitu juz 29 dan juz 30.” kata Sucipto Kepala Sekolah SMA Negeri 92 Jakarta.

Dijelaskan Sucipto, mekanismenya sejak jum’at malam siswa memasuki masjid untuk melaksanakan shalat isya dilanjutkan pemberian Motivasi dari ustadz/ah yang sudah hafal 30 Juz, tengah malam siswa juga melaksanakan shalat tahajud. Setelah itu, dari Sabtu pagi sampai dengan Minggu pagi terdapat kurang lebih 8 sesi diberikan kepada siswa untuk menghafal dan menyetorkan hafalannya kepada pembimbing yang ditunjuk dari sekolah.

Dari kegiatan ini, sekolah berharap akan ada lulusan dari SMA 92 yang dapat masuk ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi menghafal Qur’an, diharapkan dari 25 siswa/i ini dapat menularkan kepada rekan-rekannya agar memiliki semangat yg sama dalam mempelajari dan menghafal Qur’an. Sehingga misi sekolah untuk mencetak lulusan-lulusan yang hafal juz 30 dapat tercapai” tuturnya.

Selain itu, pembinaan keagamaan ini juga bertujuan agar saat keluar dari sekolah siswa memiliki bekal ilmu agama dan karakter religius dapat tertanam dalam dirinya.

Leave a Response